Day 29

  Adakah Ia disebut cinta? Jika membuat kita mengambil risiko-risiko besar dalam hidup. Cerita tentang sepasang kekasih beberapa ratus tahun lalu, terulang kembali di zaman ini. Dikisahkan, semua yang mengenal pasangan itu mengerti, mereka telah saling mencintai sejak lama. Bagaimana tidak, setiap kebersamaan mereka tunjukkan pada siapapun. Tahun itu, genap ulang tahun pernikahan mereka yang […]

Read More Day 29

​Ramadhan di penghujung balikpapan

“membangun masjid bukanlah bagian tersulit. Bagian tersulitnya adalah kesanggupan kita mengisinya ketika telah terbangun”. Sebuah mukaddimah yang disampaikan oleh wakil rektor bidang akademik, pada kultum tarawih perdana di kampus ITK. Semakin dalam kita resapi setiap katanya, maka semakin besar keterharuan kita. Menambah lengkap syahdunya bacaan imam di malam awal ramadhan. Karena serupa itulah zaman ini. […]

Read More ​Ramadhan di penghujung balikpapan

Day 27

Ayah, bagaimana kabar Ayah saat ini? Adakah ayah dalam keadaan sehat? Berapa bulan belakangan, abang suka memperhatikan banyak sosok ayah. Yang bekerja sebagai supir angkot, pedagang sayur keliling,  supir bis, tukang bangunan, penjual nasi, supir truk, sampai yang menjadi tukang ojek. Di kesempatan lain, ada juga yang bekerja di SPBU, juga dengan profesi yang lain. […]

Read More Day 27

Day 26

Cerita itu kudengar ketika wawancara di salah satu teve nasional. Di program talk show. Demi menjawab pertanyaan pembawa acara, penulis novel bersambung ini sedikit menarik nafas. Setelah suasana hening sejenak, Ia menjelaskan. Alasannya memilih jalan hidup sebagai penulis: ada sosok kekasihnya yang ditemukannya di setiap akhir paragraf. Sebelumnya memang, penulis ini menceritakan kepada penonton bahwa, […]

Read More Day 26

Day 25

  Paragraf ini kumulai dengan sulit. Raungan mesin kendaraan yang melaju tak sabaran, klakson mobil menyoraki pengendara motor yang menghalangi  dan padatnya lalu lintas kota, menggambarkan isi kepalaku dengan presisi. Aku melihat mereka melalui celah pagar pembatas. Terlihat jelas. Namun tidak utuh. Percobaanku untuk mengurai mereka dalam tulisan, harus kulakukan beberapa kali. Semoga percobaanku kali […]

Read More Day 25

Day 24

Alkisah terdapat sebuah pasar di sudut sebuah kota besar. Pasar ini pernah menjadi pusat ekonomi di kota tersebut. Namun tanpa pernah disangka, sebuah kebakaran hebat menghanguskan pasar ini. Kerugian tak dapat terhindarkan. Barang-barang dagangan pengharapan para pedagang untuk menyambung hidup, kini menjadi serpihan yang hangus dan menghitam. Tetesan air mata para pedagang mengalir deras, seiring […]

Read More Day 24

Day 23

Mengingat kembali perbincangan di sebuah rapat. Sebuah siang di Kota Surabaya. Menghadapi persoalan –tak berujung– organisasi. Salah satu peserta forum berucap: terkadang kita perlu berhenti, untuk melaju lebih cepat. Kalimat yang terdengar begitu desperate ketika itu. Namun, setelah beberapa tahun, semakin diresapi, kalimat tadi terasa semakin benar. Terlebih di tahun terakhir –yang terlambat– perkuliahanku. Tugas […]

Read More Day 23